Prodi D3 Keperawatan FIKES Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon Menerima Kunjungan Studi Banding Dari AKPER Buntet Pesantren Cirebon

Cirebon, 13 Mei 2026 / 25 Dzulqa’dah 1447 H — Akademi Keperawatan (AKPER) Buntet Pesantren Cirebon melaksanakan kegiatan studi banding ke Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon pada Selasa, 13 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam pengelolaan program studi.
Kunjungan studi banding tersebut disambut langsung oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi, tim penjaminan mutu, serta dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi antarlembaga pendidikan kesehatan di wilayah Cirebon.
Pemilihan Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon sebagai lokasi studi banding didasarkan pada capaian akreditasi unggul yang telah diraih program studi tersebut. Capaian ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, serta implementasi sistem penjaminan mutu internal yang konsisten.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari AKPER Buntet Pesantren Cirebon mendapatkan pemaparan terkait mekanisme pelaksanaan SPMI, mulai dari penyusunan dokumen mutu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, audit mutu internal, tindak lanjut hasil evaluasi, hingga strategi peningkatan mutu berkelanjutan dalam mendukung akreditasi unggul.
Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sharing experience mengenai strategi pengelolaan program studi, penguatan dokumen akreditasi, budaya kerja berbasis mutu, serta upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa.
Melalui kegiatan studi banding ini diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama yang baik antar institusi pendidikan kesehatan, sekaligus menjadi sarana berbagi praktik baik (best practice) dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi.
“Keunggulan akreditasi bukan hanya menjadi capaian institusi, tetapi juga amanah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik demi kemajuan pendidikan kesehatan bersama.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *